{"id":2056,"date":"2026-09-08T15:55:04","date_gmt":"2026-09-08T15:55:04","guid":{"rendered":"https:\/\/carmelitengo.org\/?page_id=2056"},"modified":"2026-10-30T22:47:50","modified_gmt":"2026-10-30T22:47:50","slug":"the-carmelite-family","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/carmelitengo.org\/id\/the-carmelite-family\/","title":{"rendered":"Keluarga Karmelit"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-page\" data-elementor-id=\"2056\" class=\"elementor elementor-2056\" data-elementor-post-type=\"page\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-17cb35f e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"17cb35f\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-3dae2ed e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"3dae2ed\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-895c2df elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"895c2df\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Ordo Karmelit bermula sebagai para pertapa yang tinggal di gua-gua di Gunung Karmel, yang kini terletak di bagian utara Israel, dekat kota Haifa. Lokasi tersebut memberikan rasa aman setelah Pertempuran Hattin pada tahun 1187. Namun yang lebih penting lagi, lokasi tersebut menawarkan lereng-lereng terjal dan vegetasi yang lebat, lembah-lembah terpencil, serta pemandangan luas ke Laut Mediterania atau perbukitan Galilea, yang mendukung kegiatan doa dan perenungan. Mungkin yang paling penting, tempat itu merupakan lokasi tradisional sumur Elia, sang nabi yang berapi-api, yang tindakan-tindakannya atas nama Yahweh diceritakan dalam Kitab Raja-raja dalam Alkitab.<\/p><p>Meskipun Ordo Karmelit tidak memiliki seorang pendiri tunggal maupun tanggal pendirian yang pasti, dapat dipastikan bahwa pendirian ordo tersebut terjadi sebelum tahun 1214, karena Albertus dari Vercelli\u2014patriark Yerusalem dan penulis formula vitae (cara hidup) yang menjadi pedoman bagi para pertapa\u2014dibunuh pada bulan September tahun tersebut. Asal-usul para pria yang menetap di Gunung Karmel juga tidak diketahui secara pasti. Mungkin sebagian di antaranya adalah para pejuang Perang Salib yang meninggalkan medan perang demi menjalani kehidupan yang lebih kontemplatif. Yang lainnya mungkin adalah para peziarah dari Eropa.<\/p><p>Sejak tahun 1230, banyak biarawan Karmelit di Gunung Karmel mulai kembali ke negara asal mereka di Eropa. Inilah awal mula gerakan pengemis dalam Gereja\u2014penolakan terhadap biara-biara besar yang memiliki kekuasaan politik, dan pilihan untuk menjadi pengemis yang bekerja di tengah-tengah rakyat. Para biarawan Karmelit, yang tidak lagi mampu mempertahankan gaya hidup pertapa seperti yang mereka jalani di Tanah Suci, menjadi salah satu ordo pengemis dengan beberapa perubahan pada dokumen pendirian mereka, yaitu \u201cFormula Vitae\u201d karya Albert.<\/p><p>Seiring dengan diadopsinya gaya hidup pertapa, Ordo Karmelit berkembang pesat di berbagai wilayah Eropa. Dua tokoh yang menjadi sumber inspirasi bagi ordo ini adalah Nabi Elia dan Maria, Bunda Yesus. Keduanya tetap memegang peranan penting dalam spiritualitas dan kegiatan Ordo tersebut hingga saat ini.<\/p><p>Pada tahun 1454, dekrit atau bulla *Cum nulla* dari Paus Nikolas V mengizinkan penerimaan perempuan ke dalam Ordo Karmelit. Sebelumnya, para perempuan telah bergabung dengan Ordo tersebut berdasarkan berbagai dekrit. Hal ini mulai meresmikan struktur Ordo tersebut, sehingga memungkinkan terbentuknya biara-biara tertutup yang kelak dikenal sebagai \u201cOrdo Kedua,\u201d sebuah istilah yang kini sudah jarang digunakan. Dekrit tersebut juga memungkinkan umat awam untuk bergabung dengan Ordo melalui perkumpulan dan asosiasi, serta komunitas awam\u2014yang umumnya bersifat non-residen\u2014yang digolongkan sebagai \u201cOrdo Ketiga.\u201d<\/p><p>\u00a0<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-29c6625 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"29c6625\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-53f266f elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"53f266f\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Saat ini, jumlah para religius pria mencapai sekitar 2.000 orang dan mereka aktif di 45 negara. Sebagian besar di antaranya adalah imam yang telah ditahbiskan. Sisanya adalah para frater. Bersama-sama, mereka bertugas di paroki, pusat retret, sekolah, serta lembaga teologi dan filsafat, dengan sebagian di antaranya menjalankan pelayanan yang lebih spesifik, seperti pengajaran, pembinaan anggota muda, penerbitan, dan pelayanan pemuda.<\/p><p>Ordo ini memiliki sekitar 80 biara tertutup dengan 800 biarawati. Para wanita ini mengabdikan diri untuk melayani Gereja melalui doa. Mereka hidup dalam komunitas, agak menjauh dari kehidupan publik, namun sangat berperan dalam mendorong perkembangan kehidupan Gereja melalui dukungan doa mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa komunitas tertutup baru telah didirikan, biasanya atas permintaan uskup setempat agar keuskupan tersebut dapat memperoleh manfaat dari kehadiran para biarawati Karmelit.<\/p><p>Kelompok Karmelit lainnya, yang jauh lebih besar, terdiri dari umat awam yang hidup dan bekerja dalam lingkungan tradisional sesuai dengan semangat Karmel. Mereka berjanji untuk menghidupi spiritualitas Karmelit dalam keadaan atau status hidup masing-masing\u2014baik sebagai pria dan wanita yang sudah menikah maupun yang lajang. Seperti halnya setiap anggota Ordo Karmel, umat awam ini turut bekerja sama dalam pewartaan Injil yang menjadi panggilan Gereja secara keseluruhan. Sebagai anggota Ordo Karmel, mereka mencari Tuhan sebagaimana yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati Karmel. Di beberapa negara saat ini, seringkali terdapat persaudaraan-persaudaraan kuno yang bertujuan untuk mempromosikan aspek tertentu dari kehidupan Kristen. Jumlah pasti umat awam Karmel sulit ditentukan, tetapi diperkirakan mencapai beberapa ribu orang. Seringkali komunitas-komunitas ini berada di lokasi-lokasi di mana tidak ada anggota dari cabang-cabang Ordo lainnya.<\/p><p>Inti dari Keluarga Karmelit adalah Ordo, yang terdiri dari para imam dan frater, biarawati, suster, serta frater dari lembaga-lembaga yang berafiliasi, serta para anggota Ordo Ketiga Karmelit (Ordo Sekuler). Lembaga-lembaga sekuler, persaudaraan, asosiasi publik dan swasta lainnya, serta gerakan-gerakan gerejawi yang diakui melalui proses penelaahan yang tepat oleh para pemimpin tertinggi, serta individu-individu yang berafiliasi, juga terikat pada Ordo melalui ikatan rohani.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-d55b818 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"d55b818\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-0beb173 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"0beb173\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-4c43ec0 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"4c43ec0\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><strong>Negara-negara yang memiliki provinsi, komisariat, <br \/>Delegasi Ordo tersebut berlokasi di:<\/strong><\/p><p>Argentina<br \/><span style=\"font-size: 1rem;\">Australia<br \/><\/span><span style=\"font-size: 1rem;\">Bolivia<br \/><\/span>Brasil<br \/>Burkina Faso<br \/>Kamerun<br \/>Kanada<br \/>Columbia<br \/>Republik Ceko<br \/>Republik Demokratik Kongo<br \/>Republik Dominika<br \/>El Salvador<br \/>Prancis<br \/>Jerman<br \/>Britania Raya<br \/>Honduras<br \/>India<br \/>Indonesia<br \/>Irlandia<br \/>Italia<br \/>Kenya<br \/>Malta<br \/>Meksiko<br \/>Mozambik<br \/>Belanda<br \/>Papua Nugini<br \/>Peru<br \/>Filipina<br \/>Polandia<br \/>Portugal<br \/>Puerto Rico<br \/>Rumania<br \/>Spanyol<br \/>Tanzania<br \/>Timor Leste<br \/>Trinidad dan Tobago<br \/>Ukraina<br \/>Amerika Serikat<br \/>Venezuela<br \/>Vietnam<br \/>Zimbabwe<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-0c4e7b2 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"0c4e7b2\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><strong>Jemaat dan Lembaga yang Terafiliasi dengan Ordo dan Kantor Pusat:<\/strong><\/p><p>Ordo Karmelit Santo Elia, Indonesia<br \/>Suster-suster Karmelit untuk Lansia dan Orang Sakit, AS<br \/>Suster-suster Karmelit Bunda Maria, Filipina<br \/>Kongregasi Bunda Maria dari Gunung Karmel, AS<br \/>Ordo Karmelit Corpus Christi, Trinidad<br \/>Keluarga Misionaris <em>Donum<\/em> <em>Dei<\/em>, Prancis<br \/>Para Suster Pelayan Bunda Maria dari Gunung Karmel, Zimbabwe<br \/>Suster-suster Karmelit Ibu Candelaria, Venezuela<br \/>Suster-suster Karmelit Hati Kudus Yesus, Spanyol<br \/>Suster-suster Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, Spanyol<br \/>Ordo Irmas Carmelitas dari Divina Providencia, Brasil<br \/>Ordo Misionaris Karmelit Yesus, Brasil<br \/>Istituto di Nostra Signora del Carmelo, Italia<br \/>Kongregasi Putri Karmel, Indonesia<br \/>The Leaven, Inggris<br \/>Suster-suster Misionaris Karmelit Santa Teresa del Bambino Ges\u00f9, Italia<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-3a8ac79 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"3a8ac79\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><strong>Lokasi para pertapa dari Ordo tersebut:<\/strong><\/p><p>Arezzo, Italia<br \/>Chester, AS<br \/>Christoval, AS<br \/>Danau Elmo, AS<br \/>Monteluro, Italia<br \/>Petrolina, Brasil<br \/>Seligenthal, Jerman<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-65fcddc elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"65fcddc\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><strong>Anggota Karmelit Awam dan Kelompok Ordo Ketiga:<\/strong><\/p><p>Berafiliasi dengan berbagai provinsi di seluruh dunia.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-601d3a9 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"601d3a9\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-b2295f7 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"b2295f7\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><strong>Lokasi-lokasi Biara-biara Biarawati Karmelit: \u00a0<\/strong><\/p><p>Allentown, Amerika Serikat<br \/>Antequera, Spanyol<br \/>Aracena, Spanyol<br \/>Azua, Republik Dominika<br \/>Banyoles, Spanyol<br \/>Barcelona, Spanyol<br \/>Barinas, Venezuela<br \/>Batu, Indonesia<br \/>Biella, Italia<br \/>Boxmeer, Belanda<br \/>Burgos, Filipina<br \/>Kota Cabanatuan, Filipina<br \/>Caman\u00e1, Peru<br \/>Camerino, Italia<br \/>Ca\u00f1ete la Real, Spanyol<br \/>Carpineto Romano, Italia<br \/>Caudete, Spanyol<br \/>Cerreto, Italia<br \/>C\u00f3rdoba, Spanyol<br \/>Kota Dumaguete, Filipina<br \/>Erlangen, Jerman<br \/>Florence, Italia<br \/>Fisciano, Italia<br \/>Fontiveros, Spanyol<br \/>Granada, Spanyol<br \/>Guiguinto, Filipina<br \/>Heerlen, Belanda<br \/>Huesca \u2013 San Miguel<br \/>Huesca \u2013 Asunci\u00f3n<br \/>Hudson, Amerika Serikat<br \/>Impruneta, Italia<br \/>Jaboticabal, Brasil<br \/>Jesi, Italia<br \/>Juja Farm, Kenya<br \/>Khongolote, Mozambik<br \/>La Vega, Republik Dominika<br \/>Lila, Filipina<br \/>Machakos, Kenya<br \/>Madrid, Spanyol<br \/>Maramag, Filipina<br \/>Mayaguez, Puerto Riko<br \/>Monci\u00f3n, Republik Dominika<br \/>Moncorvo, Portugal<br \/>Montagano, Italia<br \/>Montegnacco di Cassacco, Italia<br \/>Montiglio, Italia<br \/>Mutare, Zimbabwe<br \/>Onteniente, Spanyol<br \/>Ostuni, Italia<br \/>Osuna, Spanyol<br \/>Palangka Raya, Indonesia<br \/>Paranava\u00ed, Brasil<br \/>Porlamar, Venezuela<br \/>Ravenna, Italia<br \/>Kota Roxas, Filipina<br \/>San Fabian, Filipina<br \/>Santa Ignacia, Filipina<br \/>Santiago de Los Caballeros, Republik Dominika<br \/>Santo Domingo, Republik Dominika<br \/>S\u00e3o Jo\u00e3o del Rei, Brasil<br \/>Sevilla, Spanyol<br \/>Sogliano al Rubicone, Italia<br \/>Sutri, Italia<br \/>Tanay, Rizal, Filipina<br \/>Tarrega, Spanyol<br \/>Triunfo, Brasil<br \/>Trujillo Alto, Puerto Riko<br \/>Utrera, Spanyol<br \/>Valencia, Spanyol<br \/>Vetralla, Italia<br \/>Vilafranca del Pened\u00e9s, Spanyol<br \/>Villalba del Alcor, Spanyol<br \/>Vung Tau, Vietnam<br \/>Wahpeton, Amerika Serikat<br \/>Zaragoza, Spanyol<br \/>Zenderen, Belanda<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The Carmelites began as hermits dwelling in caves on Mount Carmel in present day northern Israel near the town of Haifa. The location provided some security following the Battle of Hattin in 1187. But more importantly it provided rugged slopes and dense vegetation, remote valleys and wide views of the Mediterranean Sea or the hills [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-2056","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/carmelitengo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2056","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/carmelitengo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/carmelitengo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/carmelitengo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/carmelitengo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2056"}],"version-history":[{"count":19,"href":"https:\/\/carmelitengo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2056\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2393,"href":"https:\/\/carmelitengo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2056\/revisions\/2393"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/carmelitengo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}